buku tamu

LETAKKAN KODE SHOUTBOX, FOLLOWBOX, DLL TERSERAH ANDA DISINI
Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Thursday, 10 October 2013

Masih Juga Mencari 'Bad Boys'?

Bukan rahasia lagi kalau banyak perempuan cenderung menyukai bad boys. Mungkin ini efek kebanyakan nonton film dan baca novel, tapi entah kenapa, mau nggak mau, pasti banyak yang mengakui bahwa bad boys itu menarik. Lihat aja berapa banyak film Hollywood yang mengedepankan cowok-cowok bandel dan membuatnya terlihat menarik. Perempuan ingin bersama mereka, dan laki-laki ingin menjadi mereka. 

Sebenarnya, saya yakin mayoritas perempuan bisa mengetahui apakah laki-laki di depannya termasuk bad boys atau nggak. Tapi kadang mengetahui hal tersebut nggak membuat perempuan berhenti untuk menyukai si bad boys.


Jawaban dari pertanyaan mengapa perempuan menyukai bad boys, mungkin bisa dibagi menjadi dua: karena mereka menganggap lelaki biasa itu membosankan (makanya mencari tantangan) dan kedua, mungkin ini adalah masalah ego.


Berharap mengalami petualangan

Yang namanya bad boys pasti berani mengambil risiko (risk taker). Nggak ada dalam kamus bad boys menghabiskan malam dengan minum susu cokelat hangat sambil menonton televisi. Mereka mungkin sibuk bergaul di luar, flirting sana-sini, atau bahkan melanggar hukum kecil-kecilan. 

Bad boys juga nggak bisa diprediksi, dan sejujurnya akan sangat menyenangkan menghabiskan waktu dengan orang yang sering memberikan kejutan kepada kita. Kalau menghabiskan waktu terus menerus dengan orang yang sikapnya kaku mengikuti aturan, lama kelamaan pasti bosan.  Lagi pula, kita cenderung untuk menghargai lebih hal-hal yang susah kita dapatkan dibandingkan yang mudah didapat. 


Bersama bad boys itu tantangan, dan bersama mereka rasanya hidup itu kayak main judi. Kalau menang, rasanya hadiahnya luar biasa. Hidup jadi lebih menyenangkan, walaupun emosi seperti sedang naik rollercoaster: naik turun dengan cepat. Safe is no fun.


Ego dan keyakinan bahwa kita bisa ‘menjinakkan’ mereka

Dari semua hal yang menarik dari bad boys, yang terlihat paling menggoda adalah harapan bahwa kita bisa mengubah mereka. Memang sih, pada dasarnya perempuan itu memiliki karakter ‘penyelamat’, bawaannya ingin memperbaiki apa yang menurut kita nggak pada tempatnya dan bisa diubah menjadi lebih baik. Perempuan ingin menjadi game changer, yang bisa berkata kepada setiap orang bahwa, ‘dia berubah karena saya, lho....’ Dan ini adalah masalah ego.

Tapi, tahu nggak, ladies? Orang hanya berubah kalau dia mau berubah. Kita bisa menjadi pemicunya—tapi nggak akan pernah terjadi kalau dia sendiri nggak pernah mau itu untuk terjadi.


Kalau dia nggak berubah namun kita tetap ingin bertahan, mengenyampingkan ketertarikan di awal—lama kelamaan pasti kita akan capek. Percayalah. Siapa juga yang sanggup bertahan dengan kekhawatiran dan kemungkinan konflik/masalah yang terus menerus? Walaupun kita senang naik rollercoaster, kalau nggak berhenti-berhenti pasti akan muak. 


Semakin kita dewasa, kita akan semakin sadar bahwa bukan saatnya lagi kita naik rollercoaster, mungkin ini saatnya kita naik komidi putar. Akan tiba saatnya kita butuh laki-laki yang bisa diandalkan. Yang aman. Dan bukan si pembuat masalah. Karena banyak perempuan yang harus belajar dengan cara yang nggak enak untuk menyadari bahwa bad boys yang tidak mau berubah, adalah pasangan buruk. 


Semoga kita tidak mengalaminya.


sumber : yahoo!!! she... 

Thursday, 16 May 2013

love or money





Siapa sih yang nggak tertarik sama mobil mewah dan rumah mewah, juga kartu-kartu emas yang biasannya ada didompet. Buat cewe mungkin itu menjadi salah satu obsesi. Dalam arti kepemilikan barang-barang itu. Dan buat cowo mungkin itu satu modal buat dapetin cewe dengan mudahnya.
Ga munafik siih ya, jaman sekarang itu apa-apa pake uang alias ga ada yang gratis, semua orang berlomba-lomba mencari jalan untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, sampai tersier. Mulai dari cara yang sulit sampai cara yang mudah. Cara yang sulit ya kerja banting tulang tiap hari, bela-belain lembur tiap hari, berangkat gelap pulang gelap. Kalo cara yang mudahnya ya tinggal cari aja pacar yang kaya (dalam arti positif lho ya) tapi kalo dipikir-pikir biaya buat menarik cowo kaya juga kan ga murah. harus rajin nongkrong disalon dan nangkring di mall. Belum lagi harus gigit jari karena jodoh tak kunjung datang. Kalo udah begitu jalan lainnya harus rajin berdoa dan berharap kalo jodoh yang digariskan tuhan untuknya adalah orang yang kaya. Kalo nggak pengusaha ya minimal punya sawah berhektar-hektar. Nah, kalo cewe-cewe yang modal begini siih biasanya judulnya bukan love at the first sight, tapi money at the first sight. Yang penting uangnya, cintanya dateng belakangan juga ga papa. Tapi kalo yang parah sih yang cintanya ga dateng-dateng tapi uangya ngalir terus. Ga bisa dibilang matre siih, karena memang nyatanya semuanya butuh uang. Cuma aja kadarnya berbeda-beda. Jaman sekarang kalau ga pake uang mau makan pake apa? 

nah buat cewe pemimpi. Mereka lebih suka tinggal dikamar dan membayangkan kalau suatu hari bakal ada pangeran yang datang kerumahnya bawain sepatu kaca ataupun sandal jepit butut juga ga papa lah, yang penting yang bawa pangeran kaya. Berharap kaya gitu sama aja berharap ikan hidup didarat. Emang sih jodoh itu udah ada yang ngatur. Tapi kalo sendirinya diem dirumah mulu gimana mau ketemu jodohnya. Jodohnya itu kan bukan Lalat atoupun kecoa yang bebas terbang dan merayap kerumah-rumah orang termasuk kerumah lo. Dan kalau jodohnya tak kunjung datang lagi-lagi jalan terakhir adalah berdo’a, berharap kalau mimpinya menjadi nyata, eehh salah.. mimpi kaya gitu mah ga akan jadi nyata. Berharap kalau jodohnya segera datang, kalau ga bisa bawa sepatu kaca ya mungkin aja bawa sepatu berlapis berlian.

Tapi apa semuanya harus dinilai dengan uang ya?  Emang sih balik lagi jaman sekarang emang ujung-ujungnya uang. Tapi pernah berfikir ga kalau rejeki orang itu beda-beda.dan kalau liat dari segi materi manusia itu ga akan pernah ada puasnya. Bisa beli ini pengen beli itu, begitu seterusnya.  Katanya jaman emansipasi wanita, kenapa masih manja apa-apa bergantung sama cowo. Buat yang masih pacaran lho ya!!! Beda sama yang udah nikah, itu emang udah jadi kewajiban suami kasih nafkah istri.

Tapi nyatanya ga sedikit juga lho cewe yang punya pacar tapi mandiri. Statusnya punya pacar nih, tapi kemana-mana sendiri, berangkat kerja sendiri, yang kuliah sendiri, makan sendiri, jalan-jalan sendiri. Trus buat apa punya pacar?? Banyak yang mengaku karena status duank, Emang status jomblo itu menakutkan ya? tapi banyak juga mengaku katanya pacarnya ga peka. Disindir sekali ga peka, disindir dua kali ga merasa, kalo udah kaya gitu lo perlu toa dan  batu-bata. Cowo yang kaya gitu tuh yang harus dikasih pelajaran. Susah emang ya menyatukan 2 orang yang notabenya berbeda. Katanya tulang rusuk cewe itu dari tulang rusuk cowo, tapi kenapa bayak yang sulit untuk saling mengerti. Kalau itu jangan salahin kata-katanya. Itu udah pasti lo yang salah, dia pasti bukan jodoh lo. That’s simple bukan?? Kalau emang jodoh, walau ga sejalan pasti berusaha biar bisa jalan beriringan.

Tapi lebih banyak lagi cewe yang menggantungkan hidup sama cowonya. Mau beli ini minta sama cowonya, mau beli itu minta sama cowonya. Dari kebutuhan penting sampai kebutuhan ga penting minta sama cowonya. Padahal mereka bisa beli sendiri. Tapi rasanya beda aja kalo dibeliin pacar. Ya bedalah secara duit lo utuh. Baru pacaran lho!! Belum jadi suami-istri, apa nggak nyesek ntar kalo udah putus, bukan.. bukan cewenya. Tapi cowonya yang nyesek. 

Jadi, buat yang masih jomblo, terus berusaha sambil berdoa yaa. Percaya jodoh ditangan tuhan itu harus, terus pas berdoa ga usah minta yang aneh-aneh. Cukup minta jodoh yang terbaik. Terus yang udah punya pacar, walaupun pacarnya ga sekaya pangeran harry. Di jagain lah baik-baik. Entar kalo udah ga ada baru nyesel. Karena gue pernah denger kalo orang itu akan terlihat lebih cakep kalo udah jadi milik orang lain. percaya kalau rejeki orang itu udah diatur sama yang diatas. Begitu juga yang udah jadi suami-istri, yang ini nih yang bikin iri. Karena yang ini udah hampir 90% ketemu jodohnya. Tapi balik lagi gimana cara menjaganya.